dikala tawa menghiasi malam, diam hadir menjadi batas

Dikala tawa menghiasi malam

diam hadir menjadi batas

memisahkan cinta dan kejujuran

membedakan tawa dan luka

murung menghiasi wajah

hati menggoreskan luka

keperihan lahir tak terduga

cahaya mata menjadi sembab

melukiskan luka yang telah tercipta

saat kata maaf tak lagi menjadi penawar

kegelisahan dan takut datang menjadi kawan

menemani kemana kaki berpijak

engkau pergi membawa luka

hingga bayangmu tak mampu ku genggam

maafku ucapkan tuk luka yang ku goreskan

andai kau mengerti diammu melukaiku

pasti kan ku buang jauh rasa itu

andai ku tahu besarnya rasa takutku goyahkanmu

pasti kan kulawan takutku

maaf kini teucap dilisan dan pikiranku

maafku ucapkan tuk luka yang ku goreskan dihati dan hidupmu

ku mohon bicaralah walau itu bukan menyapaku

ku mohon tersenyumlah walau itu bukan untukk

Iklan
Published in: on November 13, 2009 at 10:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://cheewahyuni.wordpress.com/2009/11/13/dikala-tawa-menghiasi-malam-diam-hadir-menjadi-batas/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: